Cerita Seram Bertemu Dengan Kuntilanak Merah

Cerita Seram Sewaktu Di Balai Desa, Bertemu Dengan Kuntilanak Merah

Hai, sebelumnya perkenalkan namaku adalah Prisno Wiranto. Cerita horor bertemu dengan Kuntilanak Merah ini terjadi di balai desaku. 

Aku yang tinggal di salah satu desa di Jawa Tengah. Letaknya yang tidak jauh dari kota Semarang. Aku selalu aktif dalam kegiatan remaja desa. Tidak heran jika aku sering sekali untuk berkumpul di balai desa.

Cerita horor bertemu dengan Kuntilanak Merah ini berawal pada saat remaja-remaja di desaku akan menggelar berlangsungnya sebuah acara. Kami semua pun berkumpul di areal balai desa. Aku berangkat untuk menuju ke balai desa bersama dengan Prapto. Rumahnya berada persis tepat di samping rumahku.

"Belakangan ini kok rasanya sepi sekali ya, No," kata Prapto. "Iya. kalau Tiap musim hujan, kan, selalu begini," jawabku. Tidak lama, kami pun akhirnya sampai di balai desa. Namun, masih belum ada yang datang sama sekali, hanya ada kami berdua saja.

"Kok, sepi, No?" tanya Prapto. "Wajar saja, anak-anak, kan, memang kek begitu," jawabku. Kami pun menunggu sambil menikmati kopi. Namun, tiba-tiba prapto mendadak mengeluh kalau ia sakit perut.

Dia langsung minta izin untuk pulang ke rumah. Sebab, kamar mandi di balai desa tersebut sedang diperbaiki. "No, aku pulang dahulu ya. Sakit banget nih," jelasnya.

"Iya. Paling juga anak-anak datang sebentar lagi," jawabku. Prapto lalu berlari sambil memegang perutnya. Wajahnya terlihat yang menahan sakit sekali.

Tidak lama setelah Prapto pergi, terdengar seperti suara barang jatuh di kamar mandi. Aku langsung kaget pada saat mendengar hal itu.

Tanpa yang di hinggapi rasa takut, aku mencoba untuk pergi mengeceknya. Kondisi kamar mandi yang sangat gelap. Dengan menggunakan senter ponsel, aku mencoba mengecek ke dalam kamar mandi tersebut. Perlahan, pintu pun mulai terbuka.

Aku melihat ada kain merah di dalam kamar mandi tersebut. Aku tidak bisa berkata apa-apa lagi pada saat melihat sosok bergaun merah pas di depanku.

Ya, ada hantu Kuntilanak Merah di dalam kamar mandi. Aku pun berusaha untuk lari dan berteriak, tetapi aku yang tidak mampu samasekali. Setelah itu, aku tidak ingat lagi apa yang terjadi. Aku terbangun oleh suara Prapto. Pada saat terbangun, aku yang sudah berada di kamar tidurku. Di sampingku ada temanku Prapto dan beberapa temanku. "Kamu kenapa pingsan?" tanya Prapto.