Kisah Misteri Waduk Gajah Mungkur

Misteri Waduk Gajah Mungkur, Konon Pembangunannya Dibantu Oleh Makhluk Gaib

Kisah mistis Waduk Gajah Mungkur atau WGM yang berada di Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah. WGM ini memiliki luas hingga 8.800 hektare dan mulai dibangun pada tahun 1976-1982.

Waduk Gajah Mungkur terbentang di 7 kecamatan di Wonogiri. Masing-masing, Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Ngadirojo, Kecamatan Nguntoronadi, 

Kecamatan Baturetno, Kecamatan Giriwoyo, Kecamatan Eromoko, dan Kecamatan Wuryantoro.

Dikutip dalam jurnal yang berjudul "Pembangunan Waduk Gajah Mungkur Tahun 1976-1986" (2015) oleh Sri Utami, pembangunan WGN ini sudah yang direncanakan semenjak tahun 1964. WGM direncanakan sebagai waduk yang serbaguna yang dapat untuk mengendalikan banjir, penyediaan air untuk irigasi, dan PLTA di lembah Sungai Bengawan Solo.

Konon, WGM ini tidak sepenuhnya dibangun oleh usaha dari tangan manusia. Ada peran makhluk gaib yang turut juga mewarnai kisah pembangunan waduk ini.

Kisah mistis mengenai WGM ini kian santer terdengar setelah terdapat beberapa makam leluhur yang tidak berhasil dipindahkan, sehingga tenggelam di WGM ini. Keberadaan makam di WGM ini dapat terlihat pada saat musim kemarau, tepatnya ketika volume air waduk yang mulai surut.

Batu nisan makam di dalam WGM ini akan bisa terlihat jelas ketika air waduknya surut dan tidak akan terlihat pada saat musim hujan. Waduk Gajah Mungkur juga kerap kali sering menelan korban jiwa. Orang-orang yang tenggelam di WGM ini dapat dipastikan akan meregang nyawa. Kadang-kadang, proses untuk pencarian jasad korban juga membutuhkan waktu selama berhari-hari.

Kejadian Mistis Lainnya

Kejadian mistis tidak hanya terjadi di WGM saja, tetapi beberapa tempat yang berada di dekat waduk juga terkena imbas dari keangkeran Waduk Gajah Mungkur. Selain mitos mengenai adannya larangan calon pengantin yang melintas di jalan yang berada di antara Gunung Pegat yang berada di kawasan waduk, ternyata ada sejumlah cerita mistis lain di gunung tersebut.

Konon, Gunung Pegat merupakan lokasi pembuangan mayat pada zaman pemberontakan G30S. Penampakan makhluk halus adalah hal yang biasa bagi pengendara yang melintas di kawasan ini pada larut malam. Selain itu, ada wejangan bahwa pengendara tidak perlu untuk menghentikan kendaraan ketika ada orang yang mencoba untuk menghentikan untuk menumpang. Pasalnya, orang tersebut bisa saja makhluk halus yang tiba-tiba bisa menghilang ketika sudah diberi tumpangan. Keberadaan makhluk astral yang berbungkus kain kumal juga turut meramaikan mitos keangkeran dari waduk ini. Makhluk astral ini kerap sering menampakan diri di jalanan waduk, terlebih jalanan sekitar waduk memang gelap dan minim penerangan di waktu malam hari.