Kesurupan Massal Di Proyek Bangunan, Sungguh Mencekam
Hai, perkenalkan namaku adalah Sammy Nangkir. Cerita horor Kesurupan Massal yang aku alami ini baru saja berlangsung terjadi.
Awal cerita aku mendapat proyek untuk merenovasi sebuah bangunan. Lokasi proyek tersebut berada di daerah Bogor, Jawa Barat.
Aku yang berkerja sebagai mandor mengajak timku untuk tinggal saja di sana. Hal tersebut dilakukan karena untuk bisa menghemat waktu dan biaya.
Nah Kesurupan Massal bermulai ketika pada hari pertama untuk pengerjaan proyek dimulai. Namun, tidak lama setelah itu, ada satu orang kuli yang mendadak mengalami kesurupan. "Ada apa?" kataku. "Ada yang kesurupan pak," ucap Prapto yang merupakan salah satu tukang di proyekku. Kuli yang mengalami kerupuan terus mengaung seperti seekor macan. Tatapan matanya sangat tajam sekali.
Beberapa teman mencoba untuk bisa menyadarkannya. Bukannya sembuh, Prapto malah justru ikut kesurupan juga. Tukang kepercayaanku itu mendadak lari menuju ke arah pohon. Dia berhenti dan diam di bawah pohon tersebut. Prapto menunjukkan senyum yang sangat aneh sekali. Matanya tidak bisa diam, dia terus waspada tatapannya. Tidak lama setelah Prapto, ada satu kuli lagi yang ikut kesurupan.
Ya, total ada 3 orang timku yang diganggu oleh setan.
Aku yang menjadi penanggung jawab tentu sangat bingung sekali. Aku pun langsung keluar untuk menuju masjid terdekat. Di masjid, aku pun bertemu dengan seorang ustaz. Aku baru kali pertama bertemu dengannya.
Ustaz tersebut bernama Pak Solihin. Aku pun langsung mengajaknya untuk menuju ke lokasi proyek. Saat sampai, Pak Solihin langsung membaca doa, mulutnya membaca komat-kamit. Entah apa yang dibaca aku pun tak tahu. Dia meminta segelas air kepadaku. Aku pun langsung mengambilkannya.
"Siram air ini ke muka anak buahmu yang mengalami kesurupan. Jangan sampai habis," kata Ustaz Solihin. Setelah melakukan perintah Ustaz
Solihin, anak buahku yang kerusupan mendadak langsung terdiam lemas. Teman yang lain langsung mengangkat mereka ke dalam bedeng.
Ustaz Solihin menjelaskan bahwa penunggu di sini tidak suka dengan kehadiranku. Oleh karena itu aku dan timku diganggu oleh mereka.
Beliau memintaku untuk membaca doa sebelum untuk memulai bekerja. Hal itu kaya Ustaz sangat penting untuk dilakukan. Aku sangat beruntung sekali bisa bertemu dengan Ustaz Solihin. Sebab, kejadian Kesurupan Massal itu tidak pernah terulang kembali.

