Kisah Horor Di Apartemen, Aku Diganggu Tiap Malam Oleh Mahkluk Halus

Kisah Horor Di Apartemen Di Jakarta Yang Pernah Aku Alami Langsung Pada Saat Tinggal Di Sana

Hai, Perkenalkan namaku adalah Andre Sarmiji. Ini adalah kisah Horor Di Apartemen yang pernah aku alami pada saat yang baru pindah ke Jakarta. 

Pada saat itu, aku yang baru pindah dari kota Surabaya ke Jakarta. Setelah yang mencari-cari tempat untuk tinggal yang aku rasa cocok, akhirnya.

Aku pun memutuskan untuk menyewa di apartemen saja yang lokasinya tidak jauh dari kantor baru tempat aku berkerja. ruangan yang aku tinggali memang tidak terlalu besar, tetapi cukup bagi aku yang tinggal seorang diri.

Spot yang paling aku suka adalah balkon yang bisa untuk digunakan sebagai tempat santai pada saat pagi atau sore hari. Balkon tersebut yang tidak terlalu besar juga, tetapi masih yang cukup nyaman sekali untuk digunakan menjadi tempat untuk ngopi sambil merokok.

Satu minggu yang tinggal di tempat itu, semuanya masih yang berjalan lancar tanpa adanya masalah. Hingga pada akhirnya, ketenangan tersebut akhirnya berhenti pada suatu malam. Saat itu, aku yang sudah bersiap untuk tidur lelap sekitar pukul sebelas malam. Tiba-tiba ada kejadian Horor Di Apartemen dimana terdengar ada suara ketukan di pintu yang menuju ke balkon kamarku.

Aku yang terdiam dan memfokuskan telinga ke arah tersebut untuk bisa dapat memastikan apakah benar terdapat ada suara ketukan. Namun, suasana berlanjut hening.

“Ah, mungkin hanya pikiranku saja,” pikirku. Aku pun yang langsung tidur tanpa ada pikiran apapun. Malam berikutnya, aku kembali yang mendengar ada suara ketukan tersebut lagi. Ketukannya pun sama, terdengar sebanyak tiga kali, kemudian langsung hening.

Suara ketukan tersebut selalu yang muncul selama beberapa hari setelahnya pada waktu tengah malam dan pasti selalu sebanyak tiga kali ketukan. Puncaknya adalah pada hari ketujuh. Alih-alih keheningan setelah tiga ketukan di pintu, kali ini justru terdengar ada suara seorang perempuan.

“Tolooong…” ucapnya lirih. Bulu kudukku langsung yang berdiri merinding mendengar suara tersebut. Malam itu, aku sama sekali yang tidak bisa terlelap dan terjaga sampai pagi. Merasakan penasaran, keesokan harinya aku pun mencoba untuk bertanya ke penjaga apartemen yang selalu aku aku temui tiap pagi hari.

“Pak, apartemen yang saya tinggalin itu memang seram, ya pak?” tanyaku kepadanya. “Kenapa, pak? Ada yang gangguin waktu malem-malem, ya? Cewek?” balasnya.

“Iya, pak, seperti ada yang ngetok-ngetok pintu dan minta tolong,” ucapku.

“Ach itu Arwah perempuan yang loncat dari kamarnya itu, pak. Diemin aja, nanti juga yang hilang sendiri,” jelasnya. Merasa saking terkejutnya, aku hanya yang bisa cuman mengangguk saja dan melanjutkan perjalanan untuk berangkat pergi ke kantor.

Ternyata beberapa waktu sebelum aku yang menempati apartemen tersebut, ada seorang perempuan yang tinggal tiga lantai di atasku dan jatuh dari balkon karena yang didorong oleh mantan suaminya. Beberapa penghuni disana juga merasakan Horor Di Apartemen yang dimana kerap mendengar suara ketukan dan meminta tolong 

dari pintu balkonnya. Untungnya, setelah itu aku sudah yang tidak lagi mendengar suara ketukan di pintu ataupun suara perempuan pada waktu malam hari.

Oleh karena itu, aku memutuskan untuk yang tetap terus tinggal di tempat tersebut hingga akhirnya harus pindah karena aku yang ditugaskan ke kota lain. Semoga arwah perempuan tersebut bisa tenang di alam sana.